Friday, November 23, 2007

MENILIK KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG KONVERSI ENERGI

MENILIK KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG KONVERSI ENERGI

Latar Belakang

Main Issues :
• Program Nasional LPG Pengganti Minyak Tanah (2007-2010), “zero kero”
• Perlunya penghematan subsidi yang diberikan kepada minyak tanah, terutama karena
harga minyak dunia selalu meningkat sehingga memberatkan subsidi pemerintah

• Dampak lainnya:
– Mengurangi kerawanan penyalahgunaan minyak tanah
– Mengurangi polusi udara pada ruang memasak
– Menghemat waktu memasak dan perawatan alat memasak
– Mengurangi kerepotan menyiapkan penggunaan kompor minyak tanah
– Mengurangi kerepotan membersihkan kompor dan peralatan memasak

Penggunaan Bahan Bakar di Rumah Tangga













Skenario Kebutuhan Bahan Bakar di Rumah Tangga

















Dasar Pemikiran Pengalihan Minyak Tanah ke LPG

• Adanya kandungan Kalori LPG per kg yang lebih besar dan efisiensi kompor yang lebih
baik:



Dasar Pemikiran

• Subsidi minyak tanah/ltr lebih besar daripada LPG jika disubsidi. (LPG 0,57 kg setara
energi 1 liter minyak tanah):
– Subsidi minyak tanah/liter (harga sebelum pajak)
Rp 5.340 – Rp 1.818 = Rp. 3.522 /liter
– Jika LPG disubsidi (harga sebelum pajak)
Rp 6.746 – Rp 3.390 = Rp. 3.356/kg
Rp. 1.913 per 0,57 kg (setara energi 1 liter minyak tanah)
– Selisih subsidi M.Tanah – LPG
Rp. 3.522 – Rp 1.913 à Penghematan Rp. 1.609 / liter M.Tanah
• Jika 10 juta KL konsumsi minyak tanah dikonversi ke LPG maka penghematan subsidi
kotor adalah
10 juta KL x Rp. 1.609/ltr = Rp. 16,09 Trilyun/tahun


Beberapa Skenario Pengalihan

• Pengembangan produksi dan moda distribusi LPG
• Pengalihan moda distribusi minyak tanah menjadi LPG
• Kemasan LPG diperkecil (3 kg) sehingga harga terjangkau masyarakat
• Subsidi dari pemerintah dalam bentuk kompor gratis
• Wilayah yang sudah dibagikan peralatan memasak dengan LPG akan ditarik/dikurangi
jatah minyak tanah yang disalurkan oleh Pangkalan di daerah tsb sebesar setara energinya
dengan pedoman 1 KK mengkonsumsi 9,98 kg LPG/bulan

Beberapa Perhitungan Ekonomi Skenario Pengalihan




Sumber : PT. PERTAMINA (Persero) / Maja Saor Manalu

No comments: